WELCOME TO BUDDHISM NETWORK Buddhism Network

Kamis, 10 Februari 2011

INFO TRIPITAKA DALAM BAHASA INDONESIA

Namo Buddhaya,
Salam hangat sahabat Buddhis Indonesia.

Buddhism Network mau berbagi info, buat kalian yang ingin memiliki Tripitaka (Kitab Suci Agama Buddha) dlm bntuk PDF.
kalian semua bisa download di link ini, Buddhism Network membantu dalam mensosialisasikan Tripitaka dalam Bahasa Indonesia.

ini linknya:
http://www.indonesiatipitaka.net

selamat membaca.!!

GAMBAR TIPITAKA DARI BERBAGAI NEGARA


Tipitaka dalam bahasa Inggris, terbitan PTS  Tipitaka dalam bahasa Inggris, terbitan PTS

  Tipitaka bahasa Pali huruf Thai
Tipitaka bahasa Pali huruf Thai
  Tipitaka Pali bahasa MyanmarTipitaka Pali bahasa Myanmar
  Tipitaka tulisan Devanagari
Tipitaka tulisan Devanagari
 Tipitaka dalam bahasa Indonesia, terbitan Indonesia Tipitaka Center


Tipitaka dalam bahasa Indonesia, terbitan Indonesia Tipitaka Center

SEJARAH TAHUN BARU IMLEK


Namo Buddhaya,
Salam sahabat Buddhis,


Imlek???
Kenapa imlek berkaitan erat dengan Agama Buddha???
*Sebagian besar Pemeluk Agama Buddha adalah masyarakat Keturunan, jadi tidaklah bisa diungkiri, bahwa imlek selalu berhubungan dengan Agama Buddha.
Tapi bagai mana asal-usul dari peringatan Tahun Baru Imlek (Sin-Cia)? mari kita lihat.


           UNTUK memahami sesuatu hal, termasuk Tahun Baru Imlek, tidak boleh mengabaikan latar belakang sejarahnya. Jika memperoleh pemahaman yang hanya sepotong atau sepihak, tidak akan bermanfaat berdasarkan kebenaran. Tahun Baru Imlek atau Sin-Cia tidak terlepas dari sejarah kalender Imlek.
Tahun Baru Imlek. (Sin Cia) adalah awal atau hailhan pertama dalam Kalenden Imlek— sebuah sistem kalender warisan agama dan budaya Tionghoa yang sudah ada sejak 4700-an tahun yang lalu, yang dirintis oleh Fu Xi atau Ho-Hi (2852 – 2736 SM), seorang tokoh legendaris penegak bangsa Hoa-Xia (Tionghoa).
Kalender ini disempurnakan dan dinyatakan sebagai hasil cipta karya Raja Agung Huang-Di (Oey-Tee) atau yang dikenal sebagai Kaisar Agung (2696 – 2598 SM). Ia adalah salah seorang peletak dasar akar budaya Tionghoa atau “Bapak’ orang Tionghoa yang juga merupakan salah satu Raja Suci atau Nabi Purna agama Ru (Ru-Jiao/Ji-Kauw) yang di Indonesia lebih dikenal dengan agama Khonghucu atau Konfysinisme (Kong-Jiao/Khong-Kauw).
Kalender tersebut dinamai Kary Huang-Di-Lifa, herdasarkan metode perhitungan perpaduan atau gabungan antara kalender sistem lunar atau bulan (Komariah) dan kalender sistem solar atau matahani (masehi). Kalender ini juga dikenal sebagai kalender sistem Lunisolar (YinYangli/Im-Yang-Lek atau Kalender Implek (Yin-Li).
Kalender Karya Huang-Di tensebut digunakan pertama kali oleh Xia-Yu atau Da-Yu, pendiri dinasti pertama Tiongkok, yaitu Dinasti Xia/He (2205-1766 SM), sebagai kalender resmi dinasti dengan disebut Kalender Dinasti Xia/He. Dari situ, ditetapkanlah tahun barunya tanggal 1 bulan 1 Imlek (Cia-Gwee-Ce-It) yang jatuh pada awal musim semi yang dikenal Tahun Baru Musim Semi (Chun-Jie) dan di Indonesia disebut Tahun Baru Imlek (Sin-Cia).
Namun setelah Dinasti Xia berakhir dan digantikan oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM), dibuat kalender baru yaitu Kalender Dinasti Shang. – Tahun barunya dimajukan satu bulan, tanggal 1 bulan 12 Imlek (Cap-Ji-Gwee-Ce-It) jatuh pada akhir musim dingin. Kemudian Dinasti Shang runtuh, diganti oleh Dinasti Zhou (1122-255 SM), oleh Wen-Wang (Bun-Ong), pendiri dinasti Zhou yang juga merupakan salah satu raja suci atau nabi purba agama Ru (Ru-Jiao/Ji-Kauw).
          Pada masa itu, kembali dibuat kalender dinasti Zhou. Tahun barunya dimajukan lagi satu bulan, persis jatuh pada saat puncak musim dingin tanggal 22 Desember Masehi. Ketika letak matahari di atas garis 23,5 derajat lintang selatan, yang disebut dari sembahyangan Dong Zhi (Tang-Cik), sebagai melambangkan kemuliaan, kebesaran dan kasih Tuhan kepada umat manusia atau Hari Genta Rohani.
Pada masa hidup Nabi Khongcu (Confucius) zaman Chung-Ciu 551-479 SM, Nabi Khongcu melihat bahwa Kalender Dinasti Zhou sangat tidak cocok bagi rakyat yang mayoritas hidup dari pertanian, dan menganjurkan kembali memakai kalender Dinasti Xia. Itu karena tahun barunya jatuh pada awal musim semi, sangat baik untuk dijadikan pedoman mulai bercocok tanam.

SEKTE (ALIRAN) DALAM AGAMA BUDDHA


Aliran, dalam, Agama Buddha
Dalam konsep Agama Budha Ada beberapa aliran dalam agama Buddha:
  1. Buddha Theravada
  2. Buddha Mahayana: Zen
  3. Buddha Vajrayana

Buddha Mahayana

          Sutra Teratai merupakan rujukan sampingan penganut Buddha aliran Mahayana. Tokoh Kwan Im yang bermaksud “maha mendengar” atau nama Sansekertanya “Avalokiteśvara” merupakan tokoh Mahayana dan dipercayai telah menitis beberapa kali dalam alam manusia untuk memimpin umat manusia ke jalan kebenaran. Dia diberikan sifat-sifat keibuan seperti penyayang dan lemah lembut. Menurut sejarahnya Avalokitesvara adalah seorang lelaki murid Buddha, akan tetapi setelah pengaruh Buddha masuk ke Tiongkok, profil ini perlahan-lahan berubah menjadi sosok feminin dan dihubungkan dengan legenda yang ada di Tiongkok sebagai seorang dewi.
Penyembahan kepada Amitabha Buddha (Amitayus) merupakan salah satu aliran utama Buddha Mahayana. Sorga Barat merupakan tempat tujuan umat Buddha aliran Sukhavati selepas mereka meninggal dunia dengan berkat kebaktian mereka terhadap Buddha Amitabha dimana mereka tidak perlu lagi mengalami proses reinkarnasi dan dari sana menolong semua makhluk hidup yang masih menderita di bumi.
           Mereka mempercayai mereka akan lahir semula di Sorga Barat untuk menunggu saat Buddha Amitabha memberikan khotbah Dhamma dan Buddha Amitabha akan memimpin mereka ke tahap mencapai ‘Buddhi’ (tahap kesempurnaan dimana kejahilan, kebencian dan ketamakan tidak ada lagi). Ia merupakan pemahaman Buddha yang paling disukai oleh orang Tionghoa.
           Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan. Semua Buddha adalah pemimpin segala kehidupan ke arah mencapai kebebasan daripada kesengsaraan. Hasil amalan ajaran Buddha inilah yang akan membawa kesejahteraan kepada pengamalnya.
           Menurut Buddha Gautama , kenikmatan Kesadaran Nirwana yang dicapainya di bawah pohon Bodhi, tersedia kepada semua makhluk apabila mereka dilahirkan sebagai manusia. Menekankan konsep ini, aliran Buddha Mahayana khususnya merujuk kepada banyak Buddha dan juga bodhisattva (makhluk yang tekad “committed” pada Kesadaran tetapi menangguhkan Nirvana mereka agar dapat membantu orang lain pada jalan itu). Dalam Tipitaka suci – intipati teks suci Buddha – tidak terbilang Buddha yang lalu dan hidup mereka telah disebut “spoken of”, termasuk Buddha yang akan datang, Buddha Maitreya .

Buddha Theravada

Aliran Theravada adalah aliran yang memiliki sekolah Buddha tertua yang tinggal sampai saat ini, dan untuk berapa abad mendominasi Sri Langka dan wilayah Asia Tenggara (sebagian dari Tiongkok bagian barat daya, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Indonesia dan Thailand) dan juga sebagian Vietnam. Selain itu populer pula di Singapura dan Australia.

Gramatika

           Theravada berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata yaitu thera dan vada. Thera berarti sesepuh khususnya sesepuh terdahulu , dan vada berarti perkataan atau ajaran. Jadi Theravada berarti Ajaran Para Sesepuh.
Istilah Theravada muncul sebagai salah satu aliran agama Buddha dalam Dipavamsa, catatan awal sejarah Sri Lanka pada abad ke-4 Masehi. Istilah ini juga tercatat dalam Mahavamsa, sebuah catatan sejarah penting yang berasal dari abad ke-5 Di yakini Theravada merupakan wujud lain dari salah satu aliran agama Buddha terdahulu yaitu Sthaviravada (Bahasa Sanskerta: Ajaran Para Sesepuh) , sebuah aliran agama Buddha awal yang terbentuk pada Sidang Agung Sangha ke-2 (443 SM). Dan juga merupakan wujud dari aliran Vibhajjavada yang berarti Ajaran Analisis (Doctrine of Analysis) atau Agama Akal Budi (Religion of Reason).

Sejarah

           Sejarah Theravada tidak lepas dari sejarah Buddha Gotama sebagai pendiri agama Buddha. Setelah Sang Buddha parinibbana (543 SM), tiga bulan kemudian diadakan Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya).
Diadakan pada tahun 543 SM (3 bulan setelah bulan Mei), berlangsung selama 2 bulan Dipimpin oleh Y.A. Maha Kassapa dan dihadiri oleh 500 orang Bhikkhu yang semuanya Arahat. Sidang diadakan di Goa Satapani di kota Rajagaha. Sponsor sidang agung ini adalah Raja Ajatasatu. Tujuan Sidang adalah menghimpun Ajaran Sang Buddha yang diajarkan kepada orang yang berlainan, di tempat yang berlainan dan dalam waktu yang berlainan. Mengulang Dhamma dan Vinaya agar Ajaran Sang Buddha tetap murni, kuat, melebihi ajaran-ajaran lainnya. Y.A. Upali mengulang Vinaya dan Y.A. Ananda mengulang Dhamma.
           Sidang Agung Sangha ke-2, pada tahun 443 SM , dimana awal Buddhisme mulai terbagi menjadi 2. Di satu sisi kelompok yang ingin perubahan beberapa peraturan minor dalam Vinaya, disisi lain kelompok yang mempertahankan Vinaya apa adanya. Kelompok yang ingin perubahan Vinaya memisahkan diri dan dikenal dengan Mahasanghika yang merupakan cikal bakal Mahayana. Sedangkan yang mempertahankan Vinaya disebut Sthaviravada.
           Sidang Agung Sangha ke-3 (313 SM), Sidang ini hanya diikuti oleh kelompok Sthaviravada. Sidang ini memutuskan untuk tidak merubah Vinaya, dan Moggaliputta Tissa sebagai pimpinan sidang menyelesaikan buku Kathavatthu yang berisi penyimpangan-penyimpangan dari aliran lain. Saat itu pula Abhidhamma dimasukkan. Setelah itu ajaran-ajaran ini di tulis dan disahkan oleh sidang. Kemudian Y.M. Mahinda (putra Raja Asoka) membawa Tipitaka ini ke Sri Lanka tanpa ada yang hilang sampai sekarang dan menyebarkan Buddha Dhamma di sana. Di sana ajaran ini dikenal sebagai Theravada.

Kitab Suci

           Kitab Suci yang dipergunakan dalam agama Buddha Theravada adalah Kitab Suci Tipitaka yang dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Kitab suci Agama Buddha yang paling tua, yang diketahui hingga sekarang, tertulis dalam Bahasa Pali, yang terbagi dalam tiga kelompok besar (yang disebut sebagai “pitaka” atau “keranjang”) yaitu: Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka. Karena terdiri dari tiga kelompok tersebut, maka Kitab Suci Agama Buddha dinamakan Tipitaka (Pali).

Ajaran

Ajaran dasar dikenal sebagai Empat Kebenaran Mulia, meliputi:
  • Dukkha Ariya Sacca (Kebenaran Arya tentang Dukkha),
  • Dukkha Samudaya Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha),
  • Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha),
  • Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha).
          Secara umum sama dengan aliran agama Buddha lainnya, Theravada mengajarkan mengenai pembebasan akan dukkha (penderitaan) yang ditempuh dengan menjalankan sila (kemoralan), samadhi (konsentrasi) dan panna (kebijaksanaan).
          Agama Buddha Theravada hanya mengakui Buddha Gotama sebagai Buddha sejarah yang hidup pada masa sekarang. Meskipun demikian Theravada mengakui pernah ada dan akan muncul Buddha-Buddha lainnya.
Dalam Theravada terdapat 2 jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai Pencerahan Sempurna yaitu Jalan Arahat (Arahatship) dan Jalan Kebuddhaan (Buddhahood).

11 PENINGGALAN RELIK KEAGAMAAN DI DUNIA

Namo Buddhaya,
Salam sahabat Buddhis,
Setiap Agama pasti memiliki cerita tersendiri mengenai peninggalan-peninggalan jejak Agamanya. Peninggalan-peninggalan itu tentunya membuat setiap orang menjadi yakin akan Agama yang mereka pegang, tapi tidak lah salah jika seorang ilmuan pun mencari kebenaran dari semua peninggalan itu, sehingga tidak ada keraguan yang menandatanyakan pikiran mereka.
Berikut 11 Relik peninggalan Agama-agama di Dunia.


11. Jejak Kaki Buddha
http://hermawayne.blogspot.com
Jejak kaki Buddha dapat ditemukan di hampir seluruh Asia Timur dan Selatan. Jejak kaki ini tentu saja bukanlah jejak kaki asli sang Buddha, melainkan replika atau representasi dari kehadiran Buddha. Biasanya dengan simbol-simbol yang menyiratkan makna tertentu seperti Dharmachakra.

10. Kain Kafan Turin
http://hermawayne.blogspot.com
Entah itu benar atau tidak, kain kafan dari Turin telah diyakini oleh sebagian umat Kristen sebagai kain kafan Yesus Kristus dan telah menjadi daya tarik para umat dan wisatawan untuk mengunjungi Italia. Meskipun gambar yang tertera pada kain kafan ini menyerupai seseorang dengan luka seperti yang dialami Yesus Kristus, tes karbon yang dilakukan tahun 1988 menunjukkan bahwa kain tersebut dibuat antara tahun 1260 dan 1390, dan oleh karena itu, tidaklah mungkin digunakan untuk membungkus jenazah Yesus Kristus sebelum kebangkitannya. Meskipun demikian, kain ini tetap menjadi primadona di kalangan umat Kristiani yang sengaja datang ke sana.
9. Darah San Gennaro
http://hermawayne.blogspot.com
Setiap tahun masyarakat Naples, Italia, berkumpul untuk memperingati kematian martir seorang santo, San Gennaro, dan untuk melihat sebuah keajaiban mencairnya darah beku santo. Keajaiban ini terjadi pada tanggal 19 September dan sebanyak 18 kali lagi dalam setahun. Fenomena ini mengundang banyak ilmuwan bertanya-tanya dan meragukannya, tetapi hal tersebut tidak menghentikan perayaan ini. Banyak yang percaya bahwa keajaiban darah tersebut melindungi kota dari segala mara bahaya.
8. Janggut Muhammad
http://hermawayne.blogspot.com
Diyakini berasal dari janggut yang dicukur dari wajah Nabi Muhammad oleh tukang cukur favoritnya, janggut ini dapat disaksikan di Museum Istana Topkapi di Istanbul, Turki. Meskipun relik ini tidak memiliki pengesahan oleh agama Islam, tetapi pengunjung museum ini tetap banyak setiap tahunnya.
7. Ikat Pinggang Maria
http://hermawayne.blogspot.com
Dikisahkan Bunda Maria memberikan ikat pinggang buatan tangannya sendiri yang terbuat dari rambut unta kepada Rasul Thomas tepat sebelum beliau menuju surga. Ikat pinggang ini ditemukan kembali di Prato, Italiapada abad ke-14 Masehi dan sebuah kapel didirikan. Sekarang, ikat pinggang yang disebut Sacra Cintola, dianggap sebagai sebuah peninggalan dari Bunda Maria dan dipamerkan sebanyak 5 kali setiap tahunnya (Natal, Paskah, 1 Mei, 15 Agustus dan pada hari ulang tahun Maria, 8 September).
6. Kepala Johannes Sang Pembaptis
http://hermawayne.blogspot.com
Tempat peristirahatan terakhir dari kepala Johannes Sang Pembaptis masih kabur tergantung agama apa yang anda anut. Muslim percaya bahwa kepalanya berada di Masjid Umayyad di Damascus, Siria. Sedangkan umat Kristen percaya bahwa kepalanya berada di Gereja Roma San Silvestro di Capite. Ada pula yang percaya bahwa kepalanya dikuburkan di Turki atau bagian selatan Perancis.
5. Jubah Sang Perawan Suci
http://hermawayne.blogspot.com
Meskipun Katedral Chartes di Perancis merupakan salah satu contoh arsitektur gothic yang terkenal, itu bukanlah satu-satunya alasan banyak wisatawan datang mengunjungi katedral tersebut. Katedral ini juga adalah tempat kediaman sebuah jubah yang dikenakan oleh Bunda Maria selama kelahiran Yesus Kristus. Jubah yang dinamakan Sancta Camisia, diceritakan diberikan kepada gereja tahun 876 dan disangka telah lenyap terbakar pada tahun 1194. Tiga hari kemudian keajaiban terjadi ketika jubah ini ditemukan tidak terbakar sedikit pun dalam kotak penyimpanan.
4. Salib Anggur
http://hermawayne.blogspot.com
Legenda mengatakan bahwa St. Nino, seorang wanita dari Kapadokia (sebuah wilayah di tengah Turki), mengajar ajaran Kristen di Georgia pada abad ke-4 Masehi, dikatakan telah menerima Salib Anggur, sebuah salib dengan tangan menuju arah bawah, oleh Bunda Maria sendiri. Salib ini kemudian menjadi simbol Gereja Ortodox Georgia dan sempat menjelajahi berbagai negara sebelum akhirnya berdiam di Katedral Sioni di Tbilisi,Georgia.
3. Jejak Kaki Muhammad
http://hermawayne.blogspot.com
Beberapa Muslim mempercayai bahwa dimana pun Nabi Muhammad berada, kaki kirinya membuat sebuah jejak. Jejak-jejak kaki tersebut ditemukan di berbagai situs keagamaan di seluruh Timur Tengah dan sekarang dipajang di masjid-masjid, museum-museum dan situs-situs bersejarah lainnya di wilayah ini. Salah satu jejak kaki itu berada di MuseumIstana Topkapi di Istanbul, juga tempat berdiamnya janggut Muhammad.
2. Rantai St. Peter
http://hermawayne.blogspot.com
Rasul Petrus dipenjarakan di Jerusalem, dirantai dengan sebuah rantai besi karena mengajarkan ajaran Yesus. Dikisahkan pada malam sebelum pengadilannya, St. Peter dibebaskan dari rantai itu oleh sesosok malaikat dan kabur dari penjara. Saat ini, rantai tersebut berada di sebuah tempat penyimpanan relik di bawah altar utama di basilika San Pietro in Vincoli (St.Peter dalam Rantai), Roma.
1. Gigi Buddha
http://hermawayne.blogspot.com
Menurut legenda Sri Lanka, sebuah gigi tetap utuh saat kremasi Buddha Gotama. Saat ini, relik ini dapat ditemui di Wihara Gigi di Kandy, Sri Lanka